Tampilkan postingan dengan label Jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jakarta. Tampilkan semua postingan

Indonesia Siapkan Rudal Untuk Ganyang Malaysia


Saat ini, militer Indonesia telah memasang 200 rudal jarak jauh berbagai varian di sekitar selat malaka yang diarahkan ke Ibu Kota Malaysia, Kuala Lumpur. Adapun target utama antara lain, gedung parlemen, pusat pemerintahan Ahmad Badawi, menara petronas, serta beberapa objek vital lainnya. Peluncuran rudal-rudal tersebut segera dilakukan apabila Malaysia kembali membuat ulah terkait dengan klaim atas warisan tradisional budaya Indonesia maupun pelanggaran territorial baik disengaja maupun tidak disengaja.

Pejabat militer Indonesia menyatakan siap akan memborbadir Kuala Lumpur dan menginvasi Malaysia jika negara itu kembali melakukan klaim budaya maupun pelanggaran batas territorial. Rencana agresi militer dengan sandi operasi "Ganyang Malon" beredar diluas di masyarakat khususnya mereka yang tinggal di perbatasan Indonesia – Malaysia. Pelanggaran-pelanggaran yang sering dilakukan negara yang mendapat kemerdekaan hadiah dari UK itu, telah mendorong kebijakan militer Indonesia menjadi lebih agresif dengan mengandalkan pre-emptive strike terhadap Malaysia.

Untuk mendukung operasi tersebut militer Indonesia sudah menyiapkan skenario militer, logistik persenjataan, melakukan latihan agresi, serta mempersenjatai milisi di sekitar perbatasan Indonesia – Malaysia. Operasi yang ditujukan untuk memberikan efek jera kepada Malaysia yang selalu membuat ulah tersebut, mendapat respon yang baik dari berbagai kalangan domestik maupun internasional.

Adapun skenario militer yang bocor di masyarakat sebagai berikut:

Bila Malaysia kembali melakukan klaim sepihak baik disengaja ataupun tidak disengaja, maka Indonesia tanpa perlu mengirimkan nota protes ke Pemerintah Malaysia, akan langsung meluncurkan rudal 200 rudal ke jantung kota KL. Prioritas target adalah gedung pemerintahan dan parlemen, stasiun TV dan radio, dan menghancurkan beberapa objek telekomunikasi lainnya, seperti internet dan jaringan telepon seluler. Keadaan ini akan mengisolasi KL sehingga militer Indonesia akan memiliki superioritas akibat rusaknya berbagai infrastruktur vital.

Evakuasi WNI dan staf diplomatik akan dilakukan secara cepat, efisien, dan tepat sasaran oleh militer Indonesia yang sebelumnya telah melakukan infiltrasi intelijen maupun politik melalui partai oposisi dan kelompok organisasi etnik minoritas. Milisi yang sudah dipersenjatai akan melakukan penyerangan-penyerangan minor pada pos-pos militer Malaysia, menyebar ranjau, serta memberikan teror psikologis pada warga sipil, khususnya di Sabah Serawak.

Prajurit yang terjun antara lain unit antiranjau, antikapal selam, antikapal permukaan, antiserangan udara, bantuan tembakan kapal, terjun tempur, infiltrasi Pasukan Katak, dan Intai Amfibi Marinir (Taifib).

Invasi ini akan melibatkan 10,000 tentara dari berbagai kesatuan, 51 kapal perang (KRI), empat Sukhoi TNI AU, serta beberapa persenjataan taktis lainnya. Selain itu, serangan ini juga melibatkan lima pesawat Casa, dua Nomad, lima helikopter, 18 sekoci, empat hovercraft, 32 tank amphibi, 25 truk, serta berbagai senjata strategis lain yang dimiliki TNI AL. Berbagai senjata strategis KRI, seperti rudal exocet MM-38, rudal strela, meriam 120 mm, 57 mm, 40 mm, torpedo sut, bom laut, senjata RBU, dan senjata multi grad 40 laras, dan senjata howitzer 120 Marinir akan dipakai.

Perang diperkirakan tidak akan berlangsung lama mengingat TDRM tidak memiliki pengalaman perang yang dapat diandalkan. Militer Indonesia akan siap berperang secara gerilya maupun perang terbuka. Operasi "Ganyang Malon" diperkirakan akan menghabiskan waktu maksimal 2 X 24 jam.

Dua pesawat Su-30 dan 5 psesawat F-16 mendapat tugas untuk menghancurkan infrastruktur yang masih tersisa di KL. Misi lainnya adalah untuk menghancurkan pangkalan militer Malaysia dan berbagai instalasi pendukung. Sementara itu, 2 pesawat Su-27 da 2 pesawat F-16 akan membumihanguskan wilayah Sabah dan Serawak. Keunggulan Indonesia atas matra udara, darat, dan laut akan memuluskan rencana invasi secara efisien tanpa mendapatkan perlawanan berarti dari TDRM.

Kemudian, 10,000 tentara Indonesia dan artileri berat diturunkan ke KL dan kota sekitarnya dengan menggunakan pesawat Hercules C130 untuk melumpuhkan kekuatan organik yang mungkin masih tersisa. TDRM dan warga sipil yang tertangkap akan ditahan seperlunya untuk dijadikan tameng hidup.

Pada level diplomatik, Indonesia akan memanfaatkan posisinya sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk melakukan kampanye negatif terhadap Malaysia. Lobi-lobi intensif akan dilakukan semaksimal mungkin untuk mengisolasi Malaysia secara politik dan mencegah DK PBB mengeluarkan resolusi. Beberapa konflik internasional akan dieksploitasi untuk mengalihkan perhatian dunia internasional. Kelihaian diplomat Indonesia yang terbukti handal serta memiliki jam terbang pengalaman diplomasi internasional yang panjang, diyakini tidak akan mendapat kesulitan untuk mengatasi serangan diplomat Malaysia yang dikenal tidak pandai berdiplomasi.

Tahap selanjutnya adalah membentuk pemerintahan boneka (shadow government) di Malaysia yang berkiblat ke Jakarta; menghapuskan keanggotaan Malaysia di ASEAN dan beberapa organisasi internasional; membentuk pemerintahan yang demokratis, pluralis, dan manusiawi.
http://arsipberita.blogspot.com
Enhanced by Zemanta
Read More...

Hii... Iwan Fals 'Ngobrol' dengan Bung Karno!


JAKARTA - Setelah membuat lagu tentang Bung Hatta, 20 tahun lalu, Iwan Fals membuat lagu yang terinspirasi oleh Bung Karno. Menurutnya, lagu ini tercipta dari hasil dialog dengan mendiang Bung Karno.

"Judulnya Negeri Kaya. Itu lagu saya paling baru sekali, jadi belum ada di rekaman. Lagu itu hasil akhir dari perjalanan dan perenungan saya ke beberapa kota kemarin," ungkapnya saat ditemui dalam acara Konser Ngabuburit League di Universitas Paramadina, Jakarta, Rabu (18/8/2010).

Pentolan grup Kantata ini mengatakan, salah satu perjalanan spiritualnya adalah berziarah ke makam Bung Karno di Blitar. Di depan makam proklamator Indonesia itu, Iwan mengadu dan berkeluh kesah tentang kondisi bangsa saat ini.

"Saya ziarah ke makam Bung Karno. Di situ saya minta maaf karena saya cengeng dan ganggu istirahat dia. Saya cerita melihat banyak kenyataan yang ada di jalanan. Ini negeri kaya, tapi kok banyak rakyat yang tidak sejahtera. Ya semacam dialog saja saya dengan beliau," jelasnya.

Sosok Bung Karno di mata Iwan Fals memang begitu penting. Selain tokoh di balik kemerdekaan Indonesia, Bung Karno juga dianggap memiliki kecerdasan luar biasa.

"Kalau enggak ada Bung Karno, tidak akan ada kemerdekaan ini. Kalau saya baca buku-bukunya, dia sangat menggelegar dan cerdas. Pidatonya penuh semangat dan heroik," puji Iwan.

Pelantun Surat Buat Wakil Rakyat ini pun berharap ajaran Bung Karno menjadi teladan dan inspirasi bagi pemimpin kita sekarang.

"Setiap pemimpin itu memang punya zaman yang beda. Masalah yang dihadapi tiap presiden juga berbeda-beda. Bung Karno tetap harus menjadi inspirasi bagi presiden kita saat ini," pungkasnya.

Elang Riki Yanuar - Okezone

Enhanced by Zemanta
Read More...

Radio Tanpa Batas di Ponsel Linux

RDS vs DirectBand FM-spectrum

Beberapa seri gadget Linux memiliki fasilitas radio FM di dalamnya. Namun hal yang perlu disayangkan, setting standar ponsel masih kurang optimal. Kamu hanya boleh menyimpan 10 stasiun radio. Padahal di Jakarta saja, ada 40 stasiun radio berfrekuensi FM. Maka tidak semua stasiun radio itu bisa tertampung ke dalam memori ponsel.
Sesungguhnya ia bisa menampung stasiu radio jauh lebih banyak dari standarnya. kamu bisa meng-upgrade daya tampung radio sampai 10 x dengan mengutak-atik file konfigurasinya. Kamu juga dapat mengutak-atik setting lain agar lebih optimal. Berikut langkah-langkahnya.
Pertama-tama, unduh, instal dan jalankan aplikasi XP Tolls Manager dari http://rapidshare.com. Setelah itu, dari aplikasi tersebut masuklah ke direktori /ezxlocal/download/appwrite/setup. Pada direktori setup, carilah file ezx_fmradio.cfg dan pilih menu Open Text untuk mengeditnya. Pada layar akan muncul konten berikut:
[SETTING]
ForceMono = 0
Volume = 3
CurrentFreq = 87600
TuneMode = 0
ByLoudSpeaker = 0
CurrentChannelIndex = 5

[FLEX]
SearchStopLevel = 1
SNC = 1
BadLimitHigh = 108000
BadLimitLow = 87500
Softmute = 1
DefaultInjection = 0
TotalStations = 10
MinFreqSeperation = 100
HCC = 1

Untuk memecah masalah diatas, carilah baris TotalStations = 10 pada grup FLEX. Gantilah nilai ini dengan nilai lain di atas 10, misalnya 100. Dengan mengganti angka pada setting TotalStations ini, daya tampung stasiun radio di ponsel akan berubah mengikuti setting yang kamu terapkan. Dalam contoh di atas daya tampung stasiun radio akan meningkat menjadi 100 buah.
Setting lain yang dapat kamu utak-atik pada grup FLEX adalah baris SearchStopLevel. Setting ini mengatur tingkat kepekaan ponsel terhadap sinyal radio saat dilakukan pencarian sinyal radio secara otomatis. Semakin tinggi level, semakin sedikit stasiun radio yang tertangkap ponsel. Namun, kualitas sinyal radio yang ditangkap akan lebih terseleksi. Artinya, kamu hanya akan menemukan stasiun-stasiun radio yang kualitas sinyalnya bagus.
Baris berikutnya, setting BadLimitHigh dan BadLimitLow berkaitan dengan batasan frekuensi radio yang boleh ditangkap ponsel. BadLimitHigh merupakan batas atas frekuensi yang diperbolehkan dan BadLimitLow merupakan batasan bawah frekuensi radio. Setting ini menggunakan satuan kilo hertz (KHz). Dengan mengisi setting BadLimitHigh = 108000 dan BadLimitLow = 87500, artinya range frekuensi radio yang diperbolehkan untuk digunakan ponsel berada diantara 87,5 MHz dan 108 MHz.
Setting MinFreqSeperation mengatur tingkat akurasi dalam pencarian kanal. Sama seperti BadLimitHigh dan BadLimitLow, setting MinFreqSeperation menggunakan satuan KHz. Itu artinya MinFreqSeperation = 100, akan membawa ponsel kamu ke tingkat akurasi 0,1 MHz dalam pencarian kanal.
Selain grup FLEX terdapat grup SETTINGS yang mengelola pengaturan ponsel. Baris pertama dari pengaturan SETTINGS adalah ForceMono. Setting ini berfungsi untuk memaksa ponsel menggunakan suara mono. Jika tidak terpaksa, sebaiknya kamu mematikan fungsi ini karena akan menyebabkan kamu tidak bisa menikmati kualitas suara stereo.
Baris berikutnya, Volume merupakan setting untuk mengatur volume radio. Semakin besar angka yang kamu masukkan, semakin besar pula suara yang dihasilkan. Setting pasangannya ByLoudSpeaker merupakan setting untuk mengatur ke arah mana suara radio akan diperdengarkan. Jika kamu mengisi setting ByLoudSpeaker dengan angka 0, suara radio akan diperdengarkan melalui headphone. Sementara jika kamu mengatur ByLoudSpeaker dengan 1, kamu bisa mendengarkan suara radio melalui LoudSpeaker ponsel.
Untuk menentukan pada kanal mana kamu dapat mendengarkan radio, kamu dapat mengutak-atik baris CurrentFreq. Lagi-lagi setting ini menggunakan satuan kilohertz. Ini artinya CurrentFreq = 87600 pada contoh diatas mengarah pada kanal 87,6 MHz. Baris terakhir CurrentChannelIndex, mengacu pada urutan kanal yang kamu simpan.
Dan jangan lupa usai mengutak-atik setting diatas jangan lupa menyimpan file tersebut.

Regina Ida
reginaida@yahoo.com





Enhanced by Zemanta
Read More...

Iwan Fals Ikut Mendukung Perjuangan Masyarakat Teluk Meranti

Iwan Fals

 Lihatlah seorang Iwan Fals, yang begitu cintanya kepada Republik ini sehingga perlu untuk mendukung perjuangan Masyarakat Teluk Meranti di Kabupaten Pelalawan, Riau, untuk menyelamatkan hutan Semenanjung Kampar.
Padahal Iwan Sendiri mungkin belum pernah berkunjung kesana. Lihatlah kenapa masyarakat si sana begitu butuh nasihat dan dukungan dari seorang Iwan Fals, karena mereka tau bahwa aspirasi mereka tidak akan di dengar oleh kaum birokrasi yang sudah membatu mata hatinya. Biarkan masa depan berlalu dengan kehancuran mungkin begitu fikiran mereka, masa bodo masa depan anak-anak bangsa yang bisa jadi anak cucu mereka sendiri, mereka lupa kehidupan tidak berhenti di dunia ini saja, masih ada kehidupan lain di alam sana yang tidak mengenal kata suap yang para penegak hukumnya begitu keras menegakkan hukum Tuhan.
Dukungan Iwan Fals tersebut disampaikannya melalui sambungan telepon dari Jakarta, Senin, bertepatan saat peresmian kamp penyelamatan lingkungan di Semenanjung Kampar.
"Saya mendukung agar hutan yang tersisa diselamatkan. Jika hutan tidak diselamatkan maka banyak bencana yang akan menimpa," ujarnya disambut tepuk tangan seluruh masyarakat Teluk Meranti.
Salah seorang masyarakat juga menyampaikan keluh kesahnya kepada Iwan Fals mengenai ketidakkonsistenan pemerintah. Dimana masyarakat dilarang melakukan penebangan, namun di sisi lainnya, pemerintah mengeluarkan izin bagi perusahaan.
"Bagaimana ini bang, mana yang harus diikuti," keluh masyarakat Teluk Meranti yang mengaku bernama Herman.
Iwan Fals pun mengatakan bahwa dirinya mendukung perjuangan masyarakat Teluk Meranti. Dan menyarankan agar hutan terus dilindungi, dikarenakan hutan merupakan salah satu cara untuk terhindar dari bencana.
Selain mendukung penuh, ia juga berjanji akan datang ke Teluk Meranti, jika ada kesempatan. Sebelumnya, Iwan Fals dipastikan hadir, namun sayangnya batal dikarenakan adanya konser pada tanggal 26 mendatang.
Firdaus, masyarakat teluk Meranti merasa bangga dengan dukungan Iwan Fals.
"Jadi tak hanya masyarakat saja yang peduli. Tetapi artispun mendukung, walaupun dia tak pernah kesini. Itu patut kita hargai," ujarnya.
Ia mengatakan dukungan Iwan Fals ini sangat berarti bagi masyarakat, dikarenakan membuktikan bahwa perjuangannya di dengar.
Jika mereka mengadu ke pemerintah pusat mungkin hutan mereka sudah habis dibantai kaum serakah, mugkin mereka sudah tersingkir dari bumi Teluk Meranti. Mereka sadar butuh waktu lama atau mungkin tahunan hingga suara mereka bisa didengar pemerintah, karena mereka juga tau bahwa suara mereka akan disaring dahulu oleh kaum pengkhianat untuk bisa sampai ke Presiden kita. Dan seperti yang sudah-sudah Presiden akan menerima laporan yang baik-baik saja.
ANTARA
Enhanced by Zemanta
Read More...

OEMAR BAKRI DICEKAL SERDADU, SALAH SIAPA?

The Coat of Arms of Indonesia is called Garuda...


 Bayangkan seorang cowok yang masih duduk  di bangku SMP memangku gitar bolong bernyanyi dengan suara lantang di hadapan ratusan orang. Suaranya menggelagar menyanyikan sebuah sindiran yang mungkin belum begitu dia mengerti akar permasalahannya.
Cowok itu bernama Virgiawan Listanto. Peristiwa itu terjadi sekitar 35 tahun lalu. Waktu itu  cowok yang akhirnya kesohor dengan nama Iwan Fals ini sering diundang di acara-acara kampus ITB Bandung. Bukan karena anak ini udah sering manggung di kafe atau udah punya singel yang hit, tetapi anak-anak kampus itu pada demen nungguin celoteh Iwan yang nakal dan kocak.
Iwan memang jadi bintang kecil saat itu. Ia yang sempet tinggal di Bandung, mencari uang saku dari ngamen, akhirnya mencoba mencari peruntungan di asrama mahasiswa ITB. Dengan bermodalkan baca koran, dan sedikit pengetahuan tentang peristiwa yang sedang hangat, Iwan kecil melancarkan aksinya dengan nyanyian spontan dan kritis. Sok tau memang, tapi itu yang bikin kakak-kakak mahasiswa cinta sama anak ini...
Saking cintanya, Iwan pun diajak rekaman di radio kampus ITB yang bernama 8 EH. Disana seperti biasa Iwan disuruh menyanyikan lagu-lagu spontannya. Imbalan nasi bungkus yang didapatnya nggak bikin semangat menyanyi Iwan hilang. Karena dia yakin yang dilakukannya adalah sekedar untuk bikin senang kawan.
"Saya seneng aja waktu itu. Dikipas-kipasin terus sama mahasiswa. Akhirnya saya lebih milih ngamen daripada sekolah. Walaupun masih SMP, saya udah punya tolak ukur kalo mahasiswa itu yang benar," kenang ayah tiga anak ini.
Makanya setiap ada acara kampus, Iwan selalu semangat untuk menyumbang suara. Pernah saat itu ia dibajak mahasiswa untuk bernyanyi diatas panggung. Mungkin suara lantangnya terdengar pihak keamanan, sehingga aparat terpaksa datang untuk membubarkannya. Aksi Iwan dibungkam dengan cara pemadaman aliran listrik.
Tapi acara belum berhenti sampai di situ. Suara gitar Iwan diperkeras atas bantuan para mahasiswa yang menodong corong TOA ke arah gitar bolongnya. Suasananya pun bertambah panas. Puncaknya, acara itu bener-bener bubar gara-gara serbuan aparat yang sudah siap dengan atribut-atribut penggerebegan.
Penonton kocar-kacir, termasuk Iwan yang sempet tertangkap pas mau melarikan diri. Tapi ternyata sejak kecil jiwa pemberontaknya udah muncul. Walaupun dengan alasan klasik, Iwan bisa meloloskan diri.
"Saya bilang mau kencing. Nah, begitu agak lepas pegangannya, saya kabur aja," ujarnya sambil ketawa.
Peristiwa tahun 1975 itu masih bisa diceritakannya dengan setengah lancar. Maklum udah lama. Tapi mungkin akan terus diinget karena dari sanalah cikal bakal Iwan Fals bermula.
Beranjak SMU, Iwan sedikit punya masalah dengan pergaulan. Sarana bergaul yang paling ampuh zaman itu adalah musik. Rolling Stones dan The Beatles jadi musik wajib anak-anak nongkrong waktu itu. Masalahnya Iwan nggak bisa menyanyikan lagu band bule itu seperti temen-temennya. Maka dia menciptakan lagu sendiri biar bisa bergaul.
"Saya merasa harus bisa diterima dalam pergaulan. Dan untuk masuk ke pergaulan 'kan harus ada nilai tambahnya. Makanya saya bikin lagu sendiri," kata putra Kol (Purn) Harsoyo ini.
Iwan yang sudah ngekost saat SMU, terus mencari tambahan uang saku dari ngamen. Duit dari orang tua emang ada, tapi nggak menyurutkan kegiatan yang satu ini. Bahkan ketika hijrah ke Jakarta, Iwan masih sering ngamen di kawasan Tebet.
Ketika sedang asik-asiknya ngamen dan bolak-balik Jakarta-Bandung, Iwan sempet mendirikan grup musik pengamen bernama Amburadul. Bersama grup ini, ia menjajal kontes musik humor yang diprakarsai LHI (Lembaga Humor Indonesia) pada tahun 1979 dan meraih juara pertama. Hadiah dari prestasinya itu adalah jalan Iwan menuju ke dapur rekaman.
Lagu-lagu Amburadul direkam dalam pita kaset yang berjudul Kumpulan Lagu-lagu Humor. Suara Iwan yang cempreng kala itu mengingatkan kita pada suara penyanyi lawas Bob Dylan yang emang jadi satu-satunya artis barat idola Iwan.
Selama kurun waktu 1978-1980, ia mulai sibuk. Ada 4 proyek yang ditangani Iwan bersama Helmy dan Toto Gunarto ini. Setelah Kumpulan Lagu-lagu Humor, Amburadul tampil dalam kaset lawak Yang Muda Yang Bercanda, Canda Dalam Ronda, serta Canda Dalam Nada.
Akhirnya tawaran untuk bermusik serius datang juga. Ketika sedang berada di Bandung, Iwan mendapat tawaran rekaman di Jakarta. Atas saran sobatnya yang udah mau sarjana, Iwan akhirnya hijrah ke Jakarta untuk mengejar karir.
"Teman saya itu namanya Dede Haris. Dia bilang mendingan saya ke Jakarta. Soalnya industri musik itu adanya di Jakarta. Kalo dia, katanya tanggung, dikit lagi jadi sarjana. Dia pengen jadi pengacara," tutur Iwan yang punya delapan saudara kandung.
"Saya sampai jual motor sendiri untuk bikin master," tambahnya.
Tahun 1979 lahirlah album Perjalanan di bawah bendera Istana Record. Baru tahun 1981 Iwan direkrut Musica Records untuk menandatangani kontrak. Ia pun setuju menyanggupi tuntutan kontrak yang menyebutkan harus siap ngeluarin album setahun dua kali. Dari Musica Records lahirlah album perdana bersama perusahaan rekaman yang berbasis didaerah Pancoran itu. Album Sarjana Muda yang terkenal berkat tembang Oemar Bakrie ini terjual sekitar 200 ribu kopi menurut versi Musica saat itu.
Nggak aneh kalo Musica langsung girang. Kontrakpun terus diperpanjang. Dalam kurun waktu 1981 sampai 1989 tercatat ada 11 album meluncur dari Musica Records. Beberapa diantaranya merupakan album Masterpieces seperti Sumbang (1983), Sugali (1984), Sore Tugu Pancoran (1985), dan 1910 (1988).
Lagu-lagu hit seperti Oemar Bakrie, Pesawat Tempur, Yang Terlupakan, Sore Tugu Pancoran, Entah dan Kumenanti Seorang Kekasih, merupakan trade mark penyanyi berambut ikal ini.
Lirik dala, lagu Iwan seperti menjelaskan dengan lugas apa yang terjadi dalam masyarakat kita. Seperti bagaimana dia menggambarkan sosok Oemar Bakrie :
"Laju sepeda kumbang dijalan berlubang/Slalu begitu dari dulu waktu jaman Jepang/Terkejut dia waktu mau masuk pintu gerbang/Banyak Polisi bawa senjata berwajah garang/Bapak Oemar Bakri kaget apa gerangan/Berkelahi Pak jawab murid seperti jagoan...."
Dalam satu bait, dia sudah bisa ngegambarin sosok guru yang sederhana. Maklum di tahun 80'an masih banyak guru yang berangkat menggajar dengan sepeda kumbang. Sekarang sih naik mobil. Terus dengan gamblang ia memasukkan unsur "murid Jagoan" yang doyan tawuran dalam lagunya.
Iwan adalah orang yang romantis. Tapi bukan lirik kampungan yang dibuatnya. Coba simak petikan lirik Mata Indah Bola Pimpong yang memuja wanita. "Pria mana yang tak suka/ Senyummu juwita/Kalau ada yang tak suka/Mungkin sedang goblok". Nggak sok puitis... tapi bisa bikin cewek tersenyum manis.
Lirik tentang peristiwa hangat dan cinta masih kental terasa di album-album produksi Musica. Malah dia pernah bercita-cita pingin bikin jurnalisme dalam lagu. Maksudnya, mengeluarkan album dalam jangka waktu tertentu. Mungkin dalam bayangannya jadi seperti majalah lagu kali yah?
"Tadinya saya niat pingin nerbitin rekaman tiga bulanan. Isinya lagu tentang berita yang lagi hangat saja. Tapi ternyata setelah rekamankan selalu keluar hit dan pendengar pinginnya saya nyanyiin yang hit-hit aja. Niata saya itu jadi nggak keolah lagi," kata pria yang pernah mengeyam Pendidikan Jurnalistik di Sekolah Tinggi Publisistik (sekarang IISIP) ini.
Ide jurnalisme dalam bermusik ini emang udah dilakukannya ketika masih berseragam putih abu-biru dulu. Tapi diakuinya, kalo dulu niatnya itu terdorong oleh kondisi media massa Indonesia yang masih sedikit dan sangat dikontrol pemerintah. Sehinnga Iwan merasa punya tanggung-jawab untuk menceritakan dan menggabarkan berita pada orang lain lewat lagu-lagunya.
Makanya jangan heran kalo setelah pintu kebebasan pers dibuka lebar-lebar, Iwan malah jadi jarang membuat lagu yang berisi sentilan-sentilan pedas.
Nggak salah juga kalo dulu musik Iwan Fals nggak dianggap komersil. Selain karena nggak merdu kaya Trio Bimbo, sosoknya lebih pantas disebut pemimpin geng dikalangan penggemarnya. Pasalnya pendengar musik Iwan kebanyakan anak-anak yang doyan mabok dan nongkrong. Massanya yang disebut Iwan sebagai "anak-anak begadangan" itu justru dari tahun ke tahun bertambah jumlahnya.
Tapi Iwan nggak lantas jadi superstar yang sok punya massa. Dia tetap saja berkaos oblong, berbalut jelana jins, dan sendal jepit, kadang malah nyeker. Sekitar awal tahun 1980-an dia masih ngamen di jalanan ditemani anak sulungnya, almarhum Galang Rambu Anarki." Setelah banyak dikenal, saya agak segan ngamen. Kalopun mau, saya ingin ke suatu tempat dimana orang nggak kenal siapa Iwan Fals. Kalo dikenal nggak lucu lagi dong," ujarnya waktu itu seperti yang dilansir salah satu harian ibu kota.
Ciat-citanya-pun setelah punya mobil dan satu rumah di Tebet, hasil dari penjualan albumnya-masih terbilang sederhana : pingin dagang sayuran di Cipanas dan main gitar sambil menjaga dagangannya. Simpel memang, tapi itulah Iwan Fals. Dia adalah superstar yang bukan selebriti.
Karir Iwan pun hampir mencapai puncak ketika sebuah perusahaan bernama PT. AIRO menawarkan deal yang menggiurkan pada tahun 1989. Dengan lagu hit seperti Mata Dewa, Air Mata Api dan Yang Terlupakan. Mata Dewa menjadi album pertama Iwan yang murni bernuansa Rock, penggarapanya pun dibantu Ian Antono.
Sukses melejitkan Mata Dewa ternyata justru bikin karir Iwan agak terganggu akibat ulah perusuh yang sering berbuat onar di konser-konsernya. Beberapa kali konser Iwan Fals berakhir dengan kekacauan. Pihak keamanan selalu berjaga ketat di setiap pertunjukan Iwan.
Kerusuhan penonton terjadi pada Rock Kemanisiaan tanggal 3 Desember 1988 di Teater Mobil Ancol, Jakarta. sejumlah artis seperti Nicky Astria, Gito Rollies, dan God Bless kurang digubris oleh penonton yang udah ngebet pingin nonton Iwan Fals. Mereka mendadak brutal dengan melempari panggung dengan berbagai macam benda. Iwan pun segera muncul menyelamatkan suasana dengan memimpin penonton menyanyikan Indonesia Raya. Sejak saat itu pihak keamanan menilai setiap konser Iwan Fals dengan "siaga satu".
Buntutnya, promo tur 100 kota yang udah direncanakan mulai7 Januari 1989 terpaksa ditunda. Pada 28 Januari 1989 Iwan harus dihadapkan dengan kenyataan pahit : Tur 100 kotanya dibatalkan. Ia terpukul dan menangis,"Aku kan cuma bawa gitar kayu dan tali senar. Tak ada bahayanya dibanding Tank," tangisnya waktu itu.
Sebagai gantinya, PT. AIRO menggelar konser rock gratis di parkir timur Senayan pada tanggal 25 Februari 1989. Hampir 200 ribu pasang mata memadati Parkir Timur. Walaupun ada Nicky Astria, Ikang Fawzi, dan Grass Rock, namun penonton tetap mengelukan nama Iwan Fals.
Entah apa penyebabnya, konser yang tadinya aman, mendadak rusuh begitu bubaran. Akibatnya beberapa mobil rusak dan terbakar di sepanjang Parkir Timur Senayan. Ulah siapa ini?
"Saya percaya penggemar nggak mungkin sampai berbuat rusuh kecuali ada yang ganggu. Kayak polisinya Over Acting, atau ada yang menggoda," komentarnya waktu itu.
Tapi pihak kemanan nggak kenal kompromi. Setiap konser Iwan sudah diduga kuat akan berubah rusuh. Tahun 1993 tercatat dua event Iwan Fals diakhiri dengan keributan. Pertama pada festival Drum Internasional di Jakarta tanggal 18 Desember, yang kedua Pesta Musik Jalanan di Yogyakarta pada tanggal 12 November.
Meski Iwan sudah kolaborasi dengan artis lain dan dengan nama band sendiri, ia masih saja dianggap sebagai biang kerusuhan. Masih di tahun 1993, Iwan sempet ngambek karena dilarang main di rumahnya sendiri dalam rangka ulang tahun ibunya. Waktu itu ia sudah bersama grup Dalbo.
Sampai tahun 1996, saat dia bersama Kantata, pembatalan konser tetap dilakukan pihak keamanan. Pada Juni 1996 konsernya di Ujung Pandang di batalkan dengan alasan keamanan, padahal 15.000 tiket sudah terjual.
Walupun di berbagai tempat konser Iwan Fals berlangsung tertib, pasti ada saja yang memancing di air keruh. Contohnya kerusuhan setelah konser di Bandung yang terjadi pada tanggal 14 Januari 1996. Kerusuhan itu merembet sampai ke pelemparan toko-toko di jalan. Parahnya lagi perusuh meneriakan kata-kata berbau SARA. Kalo udah gini masak sih cuma ulah penggemar?
Cobaan demi cobaan datang silih berganti. Tapi ia nggak lantas diam di tempat. Ia terus memutar otak agar bisa bermain musik lagi.
Beruntung ada sinar terang, kala semua masalah gagal dihadapinya sendiri, datang Sawung Jabo dan Setiawan Djodi sebagai teman berbagi rasa. Dua orang musisi ini menjadi tempat mencurahkan semua masalah yang dihadapinya. Sadar bahwa "lawan"-nya (baca=aparat keamanan) terorganisir rapi, Iwan pun memutuskan "melawan" dengan cara berkelompok pula. Buntutnya, dari hasil diskusi ini mereka berkolaborasi.
Lahirlah SWAMI. Kelompok yang namanya diambil karena personelnya udah jadi suami itu terdiri dari Iwan Fals, Sawung Jabo, Inisisri, Naniel, dan Nano. Kelompok baru ini sukses menelurkan album Swami (1989) yang berisi lagu hit macam Bento dan Bongkar. Lewat Swami, Iwan menemukan tempat baru untuk berkreativitas. Kini dia tidak lagi sendirian menghadapi tekanan penguasa.
"Mereka yang berkolaborasi dengan saya bukan kendaraan bagi saya untuk bermusik lagi setelah saya sempet hilang. Tuhan selalu ngasih jalan keluar. Ibarat saluran air yang disumbat di salah satu sisinya pasti akan menggelembung di tempat yang lain. Disumbat lagi bisa pecah, begitu saya menggambarkan kreatifitas saya,"ujarnya.
Swami bukanlah satu-satunya tempat berlabuh. Setelah Swami masih ada proyek lain bersama Kantata. Kali ini malah personelnya bertambah banyak, Setiawan Djody (gitar), WS Rendra (pembaca puisi), dan Jockie Suryoprayogo (kibor) menambah jumlah personel Swami.
Kantata menelorkan album, Kantata Takwa (1990), dan Kantata Samsara (1992) dan sukses bikin konser rock terbesar sepanjang sejarah musik Indonesia. Mengambil tempat di Stadion Utama Senayan, nggak kurang 150 ribu penonton memadati stadion sepak bola nasional Indonesia itu.
Namun sesungguhnya bukan nama besar Kantata yang jadi daya tarik utama. Iwan Fals-lah yang jadi "bintang" malam itu. Meski yang bersangkutan menyanggah hal itu, konser pertama Kantata menjadi semacam pengakuan bahwa Iwan merupakan seorang superstar pada masa itu.
Meski sadar dirinya yang dinanti penonton Swami dan Kantata, di tetep nggak merasa jadi bintang. Dia dan teman-teman di grupnya itu sadar bahwa mereka menjalani peran yang berbeda-beda. Iwan sebagai vokalis, yang bertugas menyanyikan lagu. Sawung Jabo jadi orang yang berkomunikasi dengan penonton di panggung. Sementara Setiawan Djody, musisi yang juga pebisnis, berfungsi sebagai orang yang mendanai proyek-proyek Swami dan Kantata.
Lantas dimana posisi WS. Rendra? Penyair besar itu kebagian membuat syair dan wejangan-wejangan ke penonton. Dia juga memberi saran soal artistik. Dan tugas Jockie sebagai kapten musik yang mengatur semua arransemen.
Gara-gara sudah punya fungsi masing-masing Iwan dkk nggak punya waktu lagi buat mikirin siapa yang bakal besar, siapa yang jadi superstar. Iwan udah sibuk bernyanyi, biar begitu dia tetap dikritik supaya nggak baca teks kalo lagi nyanyi. Sedadngkan dia mengaku nggak bisa nyanyi kalo nggak baca.
Keinginannya berkelompok masih terus dilakoninya. Ini dibuktikan dengan membentuk Hijau dan Dalbo. Jika hijau dibentuk Iwan dengan merangkul musisi macam Tjok Rampal, Bagoes AA, Iwang Noorsaid dll, Dalbo merupakan kelanjutan Swami yang sempet vakum.
Tampaknya dua grup ini juga cuma jadi persinggahan Iwan sementara. Citranya yang lekat sebagai solois nggak pernah hilang biar sederet grup musik pernah memakainya sebagai anggota.

#5/2002 HAIKLIP
Reblog this post [with Zemanta]
Read More...

SEKILAS IWAN FALS

Iwan Fals
LAGU YANG TIDAK BEREDAR DI PASARAN

* Demokrasi Nasi (1978)
* Semar Mendem (1978)
* Pola Sederhana (Anak Cendana) (1978)
* Mbak Tini (1978)
* Siti Sang Bidadari (1978)
* Kisah Sapi Malam (1978)
* Mince Makelar (1978)
* Luka Lama (1984)
* Anissa (1986)
* Biarkan Indonesia Tanpa Koran (1986)
* Oh Indonesia (1992)
* Imelda Mardun (1992)
* Maumere (1993)
* Joned (1993)
* Mesin Mesin Pembunuh (1994)
* Suara Dari Jalanan (1996)
* Demokrasi Otoriter (1996)
* Pemandangan (1996)
* Jambore Wisata (1996)
* Aku Tak Punya Apa-Apa (1997)
* Cerita Lama Tiananmen (1998)
* Serdadu dan Kutil (1998)
* 15 Juta (1998)
* Mencari Kata Kata (1998)
* Malam Sunyi (1999)
* Sketsa Setan Yang Bisu (2000)
* Indonesiaku (2001)
* Kemarau (2003)
* Lagu Sedih (2003)
* Kembali Ke Masa Lalu (2003)
* Harapan Tak Boleh Mati (2004)
* Saat Minggu Masih Pagi (2004)
* Repot Nasi / Sami Mawon (2005)
* Hari Raya Bumi (2007)
* Hari Raya Bumi (2007)
* Berita Cuaca (2008)
* Paman Zam
* Kapal Bau Pesing
* Makna Hidup Ini
* Selamat Tinggal Ramadhan
* Nyatakan Saja
* Berputar Putar
* Air dan Batu
* Lagu Pegangan
* Semut Api dan Cacing Kecil
* Kata-Kata
* Pukul Dua Malam
* Penjara
* Belatung
* Nyanyian Sopir
* Bunga Kayu di Beranda
* Aku Bergelora
* Suara Dari Jalanan


 PENGHARGAAN


1. Juara harapan Lomba Musik Humor (1979).
2. Juara I Festival Musik Country (1980).
3. Gold record, lagu Oemar Bakri, PT. Musica Studio’s.
4. Silver record, penyanyi & pencipta lagu Ethiopia, PT. Musica Studio’s.
5. Penghargaan prestasi artis HDX 1987 – 1988, pencipta lagu Buku Ini Aku Pinjam.
6. Penyanyi pujaan, BASF, (1989).
7. The best selling, album Mata Dewa, BASF, 1988 – 1989.
8. Penyanyi rekaman pria terbaik, album Anak Wayang, BASF Award XI, 18 April 1996.
9. Penyanyi solo terbaik Country/Balada, Anugrah Musik Indonesia – 1999.
10. Presents This Certificate To Iwan Fals In Recognition Of The Contribution To Cultural Exchange Between Korea and Indonesia, 25 September 1999.
11. Penyanyi solo terbaik Country/Balada AMI Sharp Award (2000).
12. Video klip terbaik lagu Entah, Video Musik Indonesia periode VIII – 2000/2001.
13. Triple Platinum Award, Album Best Of The Best Iwan Fals, PT. Musica Studio’s – Juni 2002.
14. 6th AMI Sharp Award, album terbaik Country/Balada.
15. 6th AMI Sharp Award, artis solo/duo/grup terbaik Country/Balada.
16. Pemenang video klip terbaik edisi – Juli 2002, lagu Kupu-Kupu Hitam Putih, Video Musik Indonesia, periode I– 2002/2003.
17. Penghargaan album In Collaboration with, angka penjualan diatas 150.000 unit, PT. Musica Studio’s - Juni 2003.
18. Triple Platinum Award, album In Collaboration with, angka penjualan diatas 450.000 unit, PT. Musica Studio’s – November 2003.
19. 7th AMI Award 2003, Legend Awards.
20. 7th AMI Award 2003, Penyanyi Solo Pria Pop Terbaik.
21. Penghargaan MTV Indonesia 2003, Most Favourite Male.
22. SCTV Music Award 2004, album Ngetop! (pop) In Collaboration with.
23. SCTV Music Award 2004, Penyanyi Pop Ngetop.
24. Anugrah Planet Muzik 2004.
25. Generasi Biang Extra Joss – 2004.
26. 8th AMI Samsung Award, Karya Produksi Balada Terbaik.
27. SCTV Music Award 2005, album pop solo ngetop Iwan Fals In Love.
28. With The Compliment Of Metro TV.
29. Partisipasi dalam acara konser Salam Lebaran 2005, PT. Gudang Garam Indonesia.
Reblog this post [with Zemanta]
Read More...

Top 7 Konser Iwan Fals





Top 7 Konser Iwan Fals


  • Pagelaran Rock Kemanusiaan di Teater Mobil Taman Impian Jaya Ancol, tanggal 3 Desember 1998. Jumlah penonton sekitar 100.000 orang.
  • Konser Solo Iwan Fals di Parkir Timur Senayan, tanggal 10 Desember 1998. Jumlah penonton sekitar 100.000 orang.
  • Konser Kantata Takwa di Jakarta, tanggal 23 Juni 1990. Jumlah penonton sekitar 150.000 orang.
  • Konser Kantata Takwa di Tambak Sari Surabaya, tanggal 11 dan 12 Agustus 1990. Jumlah penonton sekitar 80.000 orang.
  • Konser Musik Kemanusian untuk Flores di Stadion Lebak Bulus, tanggal 30 Januari 1993. Jumlah penonton sekitar 150.000 orang.
  • Rangkaian konser Satu Rasa Iwan Fals ke 16 kota, April-Mei 2002. Jumlah penonton rata-rata 7000 orang.
  • Konser bareng Satu Hati-Satu Rasa Iwan Fals dan Padi di Jakarta Convention Centre, 24 Mei 2002. Jumlah penonton sekitar 8000 orang.
(Data #5/2002/HAIKLIP)
Reblog this post [with Zemanta]
Read More...
  • fals
  • kebanggaan_Indonesia
  • memori
  • bareng_Slank
  • tafakur
  • di_Rolling_Stones
  • Raya
  • Ksatria
  • lantang
  • galang_kecil
  • tampan
  • masa_lalu
  • banjo
  • senyum
  • trax
  • sakinah
  • warahmah
  • tux1
  • tux2
  • tux3
  • tux4
  • tux5
  • tux6
  • tux7
  • tux8
  • tux9
  • tux10
  • linux1
  • linux2
  • linux3
  • linux4
  • linux5
  • linux6
  • linux7
  • linux8
  • linux9
  • linux10
  • linux11
  • linux12
  • linux13
  • linux14
  • linux15
  • linux16
  • linux17
  • linux18
  • linux19
  • linux20
  • linux21
  • linux22
  • linux23
  • linux24
  • linux25
  • linux26
  • linux27
  • linux28
  • linux29
  • linux30
  • linux31
  • linux32
  • linux33
  • linux34
  • linux35