Dino: I'm comeback

Dino: I'm comeback
Read More...

I'm comeback

hufff..tidak terasa hampir 2 tahun saya meninggalkan blog ini, karena satu, dua hal kesibukan yang tidak bisa saya tinggalkan. Posting terakhir saya kalaui ga salah itu tanggal 3 Agustus 2013..weiihh lama bingiiittt kan.
mungkin saya akan coba buat menulis kembali, pengalaman, kehidupan, cita-cita, segala suka dan duka, ilmu pengetahuan dan kegetiran dalam mengarungi kefanaan ini.
tunggu yahhhhhh......
Read More...

RPP Prakarya Rekayasa

Berhari-hari, saya mencoba untuk menyusun RPP Prakarya dengan segala keterbatasan yang ada, sulit jelas, bingung, banget, mencoba mencari kesanan-kemari referensi yang ada. buka google, buka buku, buka baju, buka celana hehehe. Tapi semangat kudu, inspirasi, harus, menunggu omjay memberi pencerahan kayanya g mungkin, karena terang2 dia bilang, "saya g akan pedulikan guru yang bergabung di MGMP Prakarya via FB yang omjay bikin dengan profil yang bukan foto diri" aneh!! dengan alasan saya g tau dengan siapa sy berhubungan kalo g ada fotonya, niat baik jadi jelek kayanya, apakah silahturahmi harus putus hanya karena foto profil??? (maaf Omjay). Kreatifitas bisa dengan apapun, mengekpresikan diri bisa dengan segala imajinasi yang ada di kepala, kenapa harus di acuhkan orang yang ingin bersilahturahmi hanya karena g pake  foto. BTW, mari bersama-sama mencari pencerahan di Prakarya ini, mari sama-sama bingung, dan mari sama-sama mencari solusi. Saya minta tolong untuk di kritisi dan di beri pencerahan tentang pembuatan RPP ini, tolong bantu teman2 guru yang lain yang juga butuh pencerahan.
Makasih teman-teman atas masukan yang di beri, saya bodoh tetapi saya tidak mau terus bodoh, saya mau belajar, siapapun saya anggap guru saya, orang yang memberi saya pencerahan, walaupun itu dari murid saya sendiri.
Silahturahmi itu baik, mari kita saling menjaga tali ini agar tidak putus karunia dan rahmat dari Sang Pencipta.


Read More...

2 SISI YANG BERBEDA DALAM IDEOLOGI MATA PELAJARAN PRAKARYA

Prakarya, emm sebuah kata yang telah lama terkubur tapi mulai bangkit lagi seiring perkembangan zaman yang sebenarnya di paksa untuk bangkit kembali dari kuburnya. Saya bukan angkatan tahun 70-an yang terbiasa dengan jenis ketrampilan yang lebih di dominasi oleh kaum ibu-ibu yang lebih mengemari hal-hal yang berbalut kerajinan tangan pengisi waktu senggang. Saya menyukai perubahan dan saya amat sangat menyukai sebuah karya yang tidak semua orang bisa melakukannya. Tapi untuk pelajaran yang satu ini, serasa aneh dan janggal karena terkesan amat sangat dipaksakan, baik untuk pendidik maupun untuk peserta didik, lebih janggal lagi bila untuk membuat ruang gerak Prakarya harus menumbalkan pelajaran yang seharusnya bisa dimodifikasi yaitu TIK. Aneh bukan, zaman semakin maju tapi pelajaran mengenai teknologi malah di hapuskan walau di perhalus lagi dengan kata INTREGASI ke SEMUA MATA PELAJARAN, huuuahh.... dari sisi mana pemerintah melihat itu semua? banyak yang kecewa, jelas, bahkan orang2 hebat seperti OMJAY pun akhirnya harus menerima kenyataan pahit menerima PRAKARYA (apa karena di tunjuk pemerintah untuk menjadi instruktur? atau sejenisnya? mana perjuangan itu?). Apakah seorang anak kecil yang bisa ber-facebook ria, twitter, game online, memakai HP BB dan Android sudah dianggap meguasai teknologi? teknologi itu luas BUNG!!! teramat luas, survey membuktikan ketika peserta didik kelas 9 di tanya tentang definisi INTERNET, sebagian besar menjawab Facebook dan GANK sejenisnya, apakah itu yang dinamakan mengetahui teknologi??? mari kita liat kenyataan lagi. Apakah semua Pendidik/Guru bisa menguasai komputer? mengoperasikannya? menguasai Ms. Office? TIDAK!!! tapi liat bahasa yang dipakai untuk menggubur pelajaran TIK, "TIK DIINTEGRASIKAN KE SEMUA MATA PELAJARAN".... Saya bersyukur bisa ikut pelatihan Mata Pelajaran Prakarya di SMPN 109 hari Jum'at dan Sabtu tanggal 26-27 juli 2013, bukan ilmu yang saya dapat tapi malah kebingungan yang bertambah-tambah, sisi baiknya saya bisa ketemu langsung dengan idola saya "OMJAY", walau saya g dapat buku karna kalah cepat mungkin dalam sms omjay, walau g mungkin orang sehebat omjay mau mengenal saya yang cuma Guru muda yang kurang pintar hehehe. Apapun itu tidak seharunya pelajaran TIK di hapuskan, karena banyak prakarya yang dapat di buat oleh komputer secara langsung, membuat rumah secara digital, membuat pola baju betawai secara dgital, membuat komik, membuat animasi dan masih banyak lagi yang bisa dimanfaatkan dalam TIK. Pernah timbul lelucon di pikiran saya "KENAPA PEMERINTAH TIDAK MEMBUBARKAN SAJA KEMENTRIAN INFORMASI DAN KOMUNIKASI, DI LEBUR MENJADI KEMENTRIAN PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN". menciptakan seorang berjiwa interpreuner adalah baik bahkan amat baik, tapi mengubur impian seseorang untuk mencerdaskan anak bangsa lewat TIK adalah buruk!! Guru di ciptakan dan di anugrahi untuk bisa mencoba dan menguasai semua mata pelajaran, itu betul tapi g ada makhluk Tuhan yang sempurna, g semua guru bisa dan terampil untuk itu. Bila pemerintah menginginkan agar seorang guru mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikannya, lalu apakah ini yang dinamakan "PERATURAN DIBUAT UNTUK DILANGGAR", coba cari apakah banyak guru yang mengajar tata Boga, tata busana, ketrampilan,adalah murni sesuai dengan latar belakang pendidikannya? lalu bagaimana nasib guru TIK yang sudah di sertifikasi bahkan akan di sertifikasi? Mari kita tanya pada RUMPUT YANG BERGOYANG, apakah Kurikulum yang dianggap sempurna ini dapat berjalan dengan baik, atau malah sebaliknya, menjadi komoditas POLITIK semata, dimana para pengurus yang menamakan dirinya PGRI, masihkah mereka memperjuangkan nasib para guru atau malah menikmati gelimangan kepentingan para PENGUASA???? Mari kita ber-Karya, dengan ketulusan dan keikhlasan kita tp bukan untuk di paksa ber-Karya (seperti jaman penjajahan, Romusha adalah karya anak bangsa yang dipaksa untuk bekerja dan menghasilkan sebuah produk demi kepentingan penguasa)
Read More...

Kado Istimewa Untuk Istri tercinta


Bismillahirrahmanirrahim,

Tersebut lah sepasang suami istri yang telah melewati 6 th masa pernikahannya. Mereka sepakat akan saling memberikan hadiah yang paling diinginkan. Mereka menulis masing-masing keinginannya di dalam sebuah amplop tertutup dan berjanji esok pagi akan membuka amplop itu secara bergiliran. (InsyaAllah)

Sang istri berujar, “hari ini yang akan dibuka adalah amplop ayah lebih dahulu yaa..”. “Apa kah tidak sebaiknya amplop mama saja, aku ingin tahu apa yang paling mama inginkan, setelah itu baru amplopku”, jawab sang suami.“Baik lah” ucap sang istri sambil mengangguk.

Ketika amplop istri dibuka oleh sang suami, tertulis lah sebuah kalimat di dalam surat itu “Aku menginginkan sebuah gelang berlian sebagai pengikat 6 th pernikahan kita, lalu temani aku ke salon,” .Dengan tersenyum sang suami pun berujar, “Baik lah mari kita cari gelang yang engkau inginkan itu,” jawab sang suami pada istrinya.

Ternyata mencari gelang berlian itu tidak semudah yang dibayangkan sebelumnya. Sudah sepuluh toko yang dikunjungi, tidak ditemukan satu pun gelang yang dinginkan oleh sang istri. Setelah melewati sholat Dzhuhur dan Ashar di mesjid terdekat, hari makin beranjak senja, meski pun kaki nya sudah sangat letih sang suami tetap menemani istrinya berbelanja. Akhirnya gelang yang diidamkan sang istri terbeli juga.

Tapi permintaan belum lah selesai ditunaikan, setelah mendapatkan gelangnya, sang istri pun minta ditemani ke salon. Bayangkan tiga jam dihabiskan di salon, sang Istri melakukan sholat Maghrib pun di sana, sementara sang suami yg setia menantinya, sholat di Mushola terdekat.

Malam makin larut ketika mereka sampai di rumah. Setelah mandi dan sholat Isya berjama’ah, kini giliran amplop sang suami di buka oleh si istri. Betapa terkejutnya sang istri, amplop itu hanya berisi kertas putih yang kosong.

Sang suami tersenyum memandang istrinya yang terbengong-bengong menatap kertas kosong. Lalu suaminya berujar, “Apa yang paling aku ingin kan sudah aku dapatkan, seorang istri sholehah sepertimu, telah engkau baktikan seluruh hidupmu untuk mengurus buah hati & rumah tangga kita serta mengurus diriku. Bahkan tidak sekali pun engkau meminta perhiasan dan memanjakan diri mu sendiri. Itu lah sebabnya aku dengan ikhlas menemani mu seharian ini dan membelikan gelang berlian sesuai permintaanmu. Sekarang.. aku minta engkau lah yang menulis di kertas kosong milikku.. apa yang engkau tulis akan menjadi hal yang paling ku ingin kan pula” .Suara lembut suaminya menelusup ke rongga hati sang istri, tak terasa hangat menetes bulir-bulir airmata jatuh di pipi si istri.

Sang istri mengambil pulpen dan mulai menulis di kertas kosong itu, tidak berapa lama diserahkannya kertas itu pada sang suami. Dengan perlahan si suami membaca kata demi kata yang tertulis, “ Aku ingin gelang berlian yang tadi engkau belikan untukku menjadi kado ulang tahun untuk mama (mertua)”.

Sang suami menatap bingung istrinya, belum sempat ia bertanya mengapa, telunjuk lentik dan halus sang istri sudah menyentuh bibirnya. Sambil tersenyum sang istri berujar,
“Akan ku berikan perhiasan terindah yang pernah ku miliki ini sebagai tanda terima kasih ku untuk mama tercinta, perempuan terhebat yang telah melahirkan dan membesarkan mu, seorang laki-laki hebat, suami yang sholeh dan mencintaiku apa adanya”. Tidak kuasa mata sang suami membendung bulir-bulir airmata keharuan.

SubhanAllah… Sepasang suami istri yang saling mencintai karena Rabb nya, Semoga ada hikmah dan manfaat yang dapat dipetik dari kisah ini, InsyaAllah.. aamiin.



Wassalam,
Jakarta 31 Maret 2012
referensi :http://blognyafitri.wordpress.com/2010/08/06/hadiah-istimewa/
Read More...

Tes perubahan website SMP Bina Dharma

Melelahkan tapi cukup memuaskan, belum sempurna karena masih banyak yang harus di edit dan revisi. Fitur ini cukup lengkap nantinya karena ada data guru, siswa, mapel, TU dan pengolahan nilai lainnya...... moga2 dengan kesabaran bisa terselesaikan, Amin.




Read More...

Jadwal Mengawas US 2011-2012

Read More...

Guru Engkaulah Pahlawan Yang Sebenarnya


Hemm.. apa yang sobat pikirkan ketika mendengar mendengar kata Guru? Sebuah profesi tanpa batas, sebuah amanah yang sulit untuk dirangkaikan dengan kata-kata. Apa jadinya sebuah kehidupan yang bermartabat dan bermoral tanpa adanya seorang Guru disana? Sulit memang untuk menyelami profesi ini jika kita tidak menjadi seorang Guru. Tapi apakah kita menyadarinya, apapun profesi kita di muka bumi ini secara tidak langsung kita telah menjadi seorang Guru. Lihatlah bagaiman kita menjadi seorang Ayah atau Ibu yang harus mendidik anak-anak kita agar menjadi seorang yang dapat menjadi kebanggaan bagi orang tuanya, bangsa dan agamanya. Lalu bagaimana kita harus memberi contoh pada bawahan kita bila kita menjadi seorang pemimpin di tempat kita bekerja atau tempat kita membangun sebuah pekerjaan yang dapat membantu kehidupan perekonomian di suatu tempat. Kedisiplinan jelas amat di perlukan agar kita dapat membangun suatu akhlak yang baik, disamping pengetahuan moral dan agama pada khususnya.
Lihatlah betapa sulitnya para orang tua dalam mendidik anaknya yang mungkin hanya ada 2 atau 6 orang anak di dalam sebuah keluarga, karena itu berarti ada 2 sampai 6 watak dan sifat yang berbeda satu dengan yang lainnya. Jadi bagaimana, apakah sobat sudah bisa membayangkan bagaimana kompleknya profesi seorang Guru? Ada ratusan bahkan ribuan orang anak yang di sebut dengan murid yang setiap pergantian tahun akan berubah keluar dan masuk sebuah lembaga yang dinamakan SEKOLAH. Itu berarti akan ada ratusan bahkan ribuan watak dan sifat yang berbeda yang akan dididik dengan satu tujuan, yakni menjadi manusia yang dapat bermanfaat bagi sesama, menjadi insan yang cerdas baik hati dan akalnya. Apakah ada yang dpat membalas jasa-jasa seorang Guru? Tidak karena biar bagaimanapun seorang Guru adalah Orang Tua di sekolah, merekalah yang mendidik kita, mereka yang tanpa pamrih mengajarkan ilmunya kepada kita semua.
Apakah ada seorang Raja tanpa adanya Guru? apakah bisa jadi Presiden seseorang tanpa adanya seorang Guru? apakah bisa menjadi seorang pejabat atau menteri tanpa ia belajar terlebih dahulu pada seorang Guru?
Tapi lihatlah Negeri ini apakah seorang Guru telah mendapatkan penghasilan yang seimbang dengan jerih payahnya mencerdaskan bangsa? Jauh, bahkan amat banyak Guru yang hidup dalam kemiskinan, mengenaskan dalam hal materi. Guru memang jabatan fungsional dan bukan struktural, tapi kenapa juga gaji yang tidak seimbang dengan kebutuhan pokok yang terus melambung masih haru di potong banyak, walau dengan dalih taat pajak. Tapi lihatlah betapa jomplang gaji yang diterima oleh struktural semisal tata usaha yang tanpa ada pemotongan pajak. apakah dengan dasar golongan hinga mereka harus menerima potongan itu? Golongan guru jelas beda dengan golongan di Instansi lainnya yang notebene pemerintahan, karena gaji mereka jauh lebih besar dari gaji seorang Guru walaupun ia golongan 4.
Memang ada banyak tunjangan semisal sertifikasi atau TKD tapi itu hanya turun dalam kurun waktu yang tidak menentu, bisa 3 sampai 6 bulan sekali. Apakah urusan perut bisa ditunggu sampai selama itu? Maka yang paling logis adalah penghasilan tiap bulan yang bisa menutup kebutuhan tersebut yang kian lama di rasa kian melambung tinggi.
Yah apapun hasil dari semua itu mari kita sama-sama berfikir jernih, tanpa ada emosional, mari kita bicara dengan hati nurani, Guru adalah seorang yang memang tidak sempurna, karena tidak ada manusia yang sempurna di muka bumi ini, tapi lihatlah pengabdian seorang Guru dalam mendidik anak-anak bangsa, agar menjadi presiden-presiden dan orang-orang hebat di negeri ini agar dapat membangun dan mensejahterahkan rakyat ini yang telah cukup lama terkukung oleh kebodohan. Mari kita tunda dan telaah kembali pembangunan gedung-gedung mewah pemerintahan jika yang lama masih dapat di gunakan, mari kita cek kembali perjalanan-perjalanan dinas yang dapat menghabiskan banyak anggaran. Bila ada kata kunci taat pajak, Guru pun berhak mendapat hak mereka karena gaji merekapun di potong pajak, bahkan bisa dibilang Guru berhak hidup sejahtera, bagaimana bisa mengabdi dengan baik jika pertengahan bulan sudah tidak bisa lagi membeli susu untuk anaknya, bila masih memikirkan tingginya biaya kontrakan rumah dan sayur mayur. Tidak semua Guru sejahtera, mari coba kita tengok ke bawah lagi jangan mendengak keatas, berapa banyak dari mereka yang hidupnya jauh dari sejahtera, so jadi apakah sobat sudah dapat membuat kesimpulan dari kata GURU? pahlawan yang sebenarnya di dalam kehidupan kita.


By Jengkolano
Enhanced by Zemanta
Read More...